5 Penghalang Keberhasilan

Diri kita sendiri biasanya adalah penyebab utama ke-tidak berhasilan kita dalam mencapai sesuatu. Kita harus ingat, dalam memperoleh satu hal, diperlukan kerja keras. Bahkan seseorang yang eksis di lingkungannya pun sebenernya punya usaha tersendiri untuk tetap eksis. Jadi hindari jauh-jauh lima hal dibawah ini demi kemajuan hidup kita.

1. Merasa negatif…
Merasa tidak keren sehingga kamu merasa tidak pantas untuk berinteraksi dengan orang-orang tertentu. Perlu diketahui, pada saat kamu berpikiran seperti itu, maka orang lain akan berpikir hal yang sama tentang kamu. Tidak percaya? Coba perhatikan orang yang kamu kenal tadinya biasa-biasa saja, sekarang jadi lebih eksis karena dia sendiri berubah. Perubahan  yang terjadi biasanya karena dia sekarang jauh lebih pede sampai kamu menilai dia kelewatan.

Jadi mulai sekarang, jangan biarkan pikiran kamu yang ‘merasa negatif’ ini mengintimidasi kehidupan kamu. Mulai untuk menghargai diri kamu sendiri. Bercerminlah dan katakan kepada bayangan anda di cermin, ‘Kamu tuh hebat, keren, pinter!’. Intinya, jangan ‘membesarkan’ kekurangan dan mengubur kelebihan kamu. Do the oposite! Once you feel confident, you look confident. Dan pada saat kamu terlihat pede, tidak ada seorang pun yang bisa meremehkan kamu.

2. Takut gagal
Kegagalan adalah pengalaman paling berharga. Ini hal yang bener! Mungkin ketika kamu mengalami kegagalan, kamu merasakan down oleh keadaan diri kamu dan belum lagi malu dengan lingkungan sekitar. Tapi kamu tidak sampai patah tulang, pingsan atau bahkan mati kan?

Kamu tetap masih punya kesempatan untuk mencoba lagi. Kemungkinan terjeleknya paling gagal lagi. Tapi yang penting kamu sudah punya pengalaman kan, dan jangan biarkan kamu terus terpuruk dalam kegagalan yang kamu alami. Karena dalam setiap kegagalan adalah suatu proses pembelajaran. Jadi semakin sering gagal, semakin pinter.

Contohnya belajar sepeda. Pertama kali naik sepeda pasti jatuh, kemudian terjatuh lagi. Sampai akhirnya down karena jatuh terus. Jika kamu terus terpuruk dalam kegagalan itu, maka kamu tidak akan bisa. Tapi kamu mencoba lagi sampai akhirnya bisa naik sepeda. Karena kamu telah menguasai tekniknya.

Intinya, jangan jadikan kegagalan itu suatu ketakutan, tetapi jadikan kegagalan itu hal yang biasa-biasa saja dalam hidup. Jangan cuma karena suatu kegagalan, membuat kamu males melakukan lagi. Dunia ini banyak pilihan dan kesempatan, jangan putus asa!

3. Tidak mau susah
Jadi orang penting itu sudah pasti repot. Karena tanpa sadar sebenarnya banyak orang yang menyandarkan beberapa hal ke orang penting tersebut. Contohnya ketua geng. Sering banget gengnya itu tidak kumpul kalau si ketua tidak jadi EOnya (Event Organizer). Dan bukan hal yang mudah untuk ngumpulin orang yang punya beda-beda urusan. Coba lihat di keluarga kamu. Siapa orang yang paling penting, pasti dia juga yang paling repot. Orang yang banyak temennya juga pasti repot. Kalau kamu pernah merasakan dalam satu hari ada ajakan jalan dari tiga temen yang berbeda, berarti kamu orang yang cukup penting.

Tanggung jawab menjadi beban yang akan menentukan hasil dari kerjaan mereka. Beberapa orang males untuk dibebani sama tanggung jawab yang cukup besar. Alasannya tidak masuk akal ‘tidak mau susah’. Padahal segala sesuatu yang kamu lakukan di saat muda akan jadi kenangan dan pengalaman berharga untuk hari depan.

Jadi mulai sekarang jangan males untuk sedikit repot dan susah. Karena kamu tidak akan repot sendirian. Take that chance!

4. Mudah menyerah
Hari pertama latihan karate, cape banget udah ah, nggak ikutan lagi. Setelah mendaftar kontes nyanyi, ternyata ada beberapa tahap seleksi dan wawancara, ah males deh, nggak usah dilanjutin lagi. Mau nyobain ikutan wawancara untuk part-time job, tau-tau ujan, dan nggak ada yang bisa nganterin. tidur aja deh di rumah.

Wah, bagaimana bisa maju kalau begini terus? Kita harus punya jiwa strugle. Kamu bisa bayanginkan bagaimana perjuangan Indonesi Idol atau Master Chef untuk menuju seperti sekarang? Nothing come easy. Ibu kita saja harus melewati 9 bulan masa hamil dan proses melahirkan penuh perjuangan yang menyakitkan dan melelahkan untuk bisa mengantar kita ke dunia ini. Kalau ibu kita mudah menyerah, mungkin kita sekarang tidak di sini! Jadi kalau kamu merasa menemukan halangan dan rintangan dalam meraih atau mencoba sesuatu, jangan menyerah dulu. Setidaknya coba terus beberapa kali sampai kamu sukses, atau benar-benar tidak bisa maju lagi. Setidaknya kamu sudah berusaha. So, No regrets in the future.

5. Tergantung orang lain
Terpaksa masuk cheerleaders karena tidak enak sama teman-teman yang lain yang sudah membujuk untuk ikutan. Tidak berani ikut pencinta alam karena tidak ada teman yang ikutan juga. Tidak pergi ke pesta ulang tahun teman karena tidak ada yang nganterin.

Kalau yang ini sudah jelas menghambat kemajuan hidup. Seringkali untuk bisa maju, kita harus berani maju sendiri, bahkan walau fasilitas kurang memadai. Inget satu hal ini, You can’t count on anyone except your self. Kalaupun sekarang masih ada seseorang to be count on, in the end of day kamu tetap harus berdiri sendiri.

 

Saat kita mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu, seringkali kita melakukan hal-hal diatas yang pada akhirnya membuat kita mentok dan memutuskan untuk membuang kesempatan itu. Mulai sekarang jangan lakukan hal itu lagi. Just do your best and let God do the rest!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.